Ki Dr. Ir. Warseno Slenk, M. Si. ketika mendalangi acara pagelaran wayang kulit “Abiyasa Boyong” dalam rangka memperingati Dies Natalis UNS ke-48 (Sumber: YouTube Universitas Sebelas Maret) Akara, Surakarta - Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Dies Natalis UNS ke-48. Pagelaran wayang kulit yang menampilkan cerita “Abiyasa Boyong” didalangi oleh Ki Dr. Ir. Warseno Slenk, M. Si. Pagelaran wayang kulit berlokasi di Pendapa R.NG Yasadipura PUI Javanologi UNS, pada Senin (20/5/24). Sajian karawitan oleh Dharma Wanita Persatuan UNS (Sumber: YouTube Universitas Sebelas Maret) Selain dilaksanakan dan dapat dihadiri secara luring, pagelaran wayang ini juga disiarkan secara langsung pada kanal YouTube Universitas Sebelas Maret. Acara dimulai pukul 19.00 WIB, dipandu oleh dua pembawa acara dan dibuka dengan doa bersama. Selain pagelaran wayang kulit, ada pengisi acara lainnya, seperti sajian karawitan dari Dharma Wanita Persatuan UNS dan Tari Sesaji UNS yang dibawakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Koordinasi Kesenian Tradisional UNS (UKM BKKT UNS). Sebelas penari dari UKM BKKT UNS ketika membawakan Tari Sesaji (Sumber: YouTube Universitas Sebelas Maret) Tari Sesaji yang dibawakan oleh 11 penari tersebut juga melambangkan doa dan harapan bagi kejayaan UNS, serta permohonan agar UNS terhindar dari marabahaya dan tetap memberikan manfaat melalui tridharma perguruan tinggi, yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pagelaran ini mendapat respon positif dari para penonton. Salah satunya Rukmini (56), mengungkapkan ketertarikannya terhadap wayang kulit. "Saya tahu dari Pak Tomi, dosen yang sudah pensiun. Iya, saya memang suka wayang," ujar Rukmini. Mahasiswa juga tidak kalah antusias menonton acara tersebut. Lulu (19), mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data (Fatisda) UNS, datang karena informasi dari teman yang tergabung dalam UKM BKKT UNS. "Tapi, meskipun teman tidak memberi tahu, mungkin saya tetap akan datang karena saya tertarik," ucapnya. Meskipun mengeluhkan tempat duduk yang kurang sesuai untuk penonton, sebab tidak dapat secara langsung melihat panggung pagelaran, Lulu tetap menikmati acara ini. Selain Lulu, Ulil (19), mahasiswi semester dua Sekolah Vokasi UNS (SV UNS), juga mengaku datang karena informasi dari temannya. Menurut dia, adanya pagelaran ini bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan lain yang bisa dilakukan saat bosan di kos. “Aslinya nggak yang suka banget, sih. Cuma, ya, sekadar suka aja ceritanya. Kayak pandawa gitu, cuma tau aja,” ungkapnya. Ulil juga menambahkan harapannya untuk UNS yang sedang memperingati Dies Natalis ke-48. “Kalau buat aku, harapannya untuk vokasi tuh ada gedungnya. Sama UKT-nya rendahin sedikit,” harapnya sambil terkekeh. Pagelaran wayang tersebut juga dimeriahkan dengan doorprize yang dibagikan di akhir acara. Pemenang doorprize diambil secara acak melalui nomor undian yang telah dibagikan oleh panitia kepada seluruh pengunjung pagelaran ketika acara sedang berlangsung. Dalam acara ini, pengunjung juga dijamu dengan hidangan yang bisa dinikmati secara gratis. Hidangan yang disajikan berupa angkringan, dan wedang ronde yang tersebar di beberapa titik sekitar panggung. Hidangan tersebut bisa dinikmati oleh para pengunjung sebagai teman menonton pagelaran. (Salsabiila M, Priska Bianita) |
Post a Comment