| Bagian dalam Museum Keraton Surakarta. (Sumber: Dokumentasi pribadi Indah Puspita Sari) |
Akara - Surakarta atau yang kerap disebut Solo, kental dengan budayanya yang masih terjaga hingga saat ini. Keindahan di tiap sudut kotanya membuat setiap mata ingin menyaksikannya. Dibalik budaya dan keindahannya, ada sejarah panjang yang terekam jelas tentang Kota Surakarta di sebuah bangunan di tengah kota. Bangunan tersebut adalah Keraton Solo. Di dalamnya masih ada Keraton tempat rajanya tinggal dan juga museum yang dapat dilihat dan dimasuki oleh pengunjung.
Hanya dengan membayar Rp25.000 bagi kamu yang pelajar atau Rp35.000 untuk warga domsetik (harga sudah termasuk pemandu). Kamu dapat melihat ukiran sejarah yang terdapat di dalam lukisan-lukisan dan benda-benda peninggalan sejarah. Sebagai permulaan, pengunjung akan diarahkan oleh pemandu, sambil memasuki koridor museum, pemandu akan menjelaskan silsilah keluarga kerajaan dari awal hingga masa sekarang.
Setelah itu, pengunjung akan diajak masuk ke museum sambil tetap dipandu untuk mengetahui informasi tentang kota Surakarta.
Ketika kamu memasuki area Keraton, ada peraturan khusus yang harus diikuti oleh pengunjung. Bagi pengunjung yang memakai sandal diwajibkan untuk nyeker (tidak memakai alas kaki). Selain itu, bagi pengunjung yang memakai celana, diberikan kain yang panjangnya selutut untuk dikenakan. Kedua peraturan itu dibuat untuk menghormati raja dan ratu yang tinggal di dalam keraton dan mengangkat nilai kesopanan.
Selama di pelataran keraton, kamu akan melihat banyak sesajen yang tersebar. Sesajen itu merupakan salah satu bentuk nilai budaya yang masih dilestarikan.
Selama di pelataran, sambil berjalan perlahan, pemandu menjelaskan terkait asal-usul Kota Surakarta, kenapa dipanggil Solo, silsilah kerajaan yang ada, bagaimana kehidupan raja dan ratu di Keraton pada zaman dulu hingga masa kini. Setelah pemandu menjelaskan tentang informasi-informasi yang ada, pengunjung diberikan waktu jika ingin berfoto-foto. Selama memasuki museum hingga keluar, pengunjung diperbolehkan mengambil foto ataupun video.
Selanjutnya, pengunjung dipersilahkan untuk memasuki museum. Bagi pengunjung yang tadi memakai sandal sudah diperbolehkan memakai sandalnya. Pengunjung yang dipinjamkan kain, dipersilahkan untuk mengembalikannya. Pada tour museum, pengunjung akan menjumpai barang-barang peninggalan kerajaan yang sebagian masih bisa digunakan, namun disimpan.
Selain barang peninggalan bersejarah, terdapat juga kumpulan poto-poto kesultanan atau raja yang memimpin Kota Surakarta dari awal hingga saat ini.
Setelah puas berkeliling, pengunjung diberi jeda istirahat selama kurang lebih 10 menit untuk bebas menyaksikan sekitar. Bila haus dan butuh jajan juga ada yang berjualan di dalamnya.
Ada hal unik yang terdapat di dalam taman museum, yakni air suci. Air yang bersumber dari mata air dan diyakini mampu memberikan kesehatan bagi yang meminumnya. Air tersebut juga dijual dengan menggunakan botol. Tour dilanjut setelah beristirahat sejenak. Hingga akhirnya sampailah pada sudut terakhir pada bagian museum.
Bagi kalian pecinta jalan-jalan dan sejarah, Museum Keraton Surakarta sangat recomended untuk dikunjungi. (Indah Puspita Sari)
Post a Comment