BREAKING NEWS

Saatnya Mahasiswa Bersuara

Thursday, June 20, 2024

Serba Serbi Transportasi Saat Bebas Emisi


Fasilitas shuttle bus yang beroperasi saat bebas emisi dan dapat dimanfaatkan oleh civitas UNS. (Dok/Akara)

Akara, Surakarta - Jalan menjadi saksi, setiap langkah tidak harus ditempuh dengan berjalan kaki saat bebas emisi. Gemuruh roda beriringan melintasi bangunan demi bangunan mengantarkan civitas Universitas Sebelas Maret (UNS) menuju tujuannya masing-masing. Sorotan mata tak henti-hentinya tertuju pada arah laju baja beroda, transportasi milik kampus, layaknya menghakimi.

Ketika bebas emisi berlangsung, seluruh civitas UNS yang memiliki kendaraan tidak diperbolehkan memasuki lingkungan kampus. Kendaraan diparkir di tiga titik utama yang telah disediakan. Namun, kampus juga menyediakan fasilitas berupa transportasi yang bisa dimanfaatkan oleh civitas UNS.

Berdasarkan jenisnya, transportasi yang disediakan oleh kampus saat bebas emisi dibagi menjadi dua, yaitu bus kampus dan electric bus.

Apakah realitasnya sudah sesuai?

Realitas yang dirasakan oleh seluruh civitas UNS kecuali mahasiswa sedikit berbeda. Banyak keraguan yang muncul di benak mahasiswa, terkait boleh atau tidaknya untuk turut menggunakan transportasi tersebut. Keberadaan dua jenis transportasi ini masih belum dirasakan oleh seluruh mahasiswa UNS. Tidak semua jalan menuju fakultas dijadikan rute perjalanan dua kendaraan tersebut.

Melalui survei dengan pendekatan kuantitatif yang telah Akara lakukan, diperoleh data sebesar 27% mahasiswa tidak mengetahui adanya fasilitas berupa moda transportasi umum di kampus. Sebesar 73% sudah mengetahui adanya transportasi umum kampus. Jumlah responden yang mengisi sejumlah 159 mahasiswa.

Namun, pada kenyataannya menilik dari segi pengalaman mahasiswa, sebanyak 83% belum pernah menaiki transportasi umum kampus UNS. Hal ini membuktikan masih terjadi ketimpangan yang dirasakan antara mahasiswa dengan jajaran dosen dan staf. "Saya ingin mencoba naik bis elektrik tapi sepertinya hanya bisa dipakai kalangan staff UNS saja" ungkap salah satu mahasiswa dalam isian survei yang Akara lakukan.

Lantas, bagaimana agar transportasi ini menjangkau seluruh civitas UNS tanpa terkecuali?

Optimalisasi electric bus

Tanpa pintu dan jendela, mesin beroda yang disebut sebagai electric bus berjalan mengelilingi kampus dan mampu mengangkut delapan hingga sepuluh orang sekaligus dalam satu kali perjalanan. Berjalan tanpa mengeluarkan emisi karena bahan bakarnya bukan dari bahan bakar minyak (BBM). "Kita hanya punya 2 unit bus kampus dan 6 unit bus listik," ucap Sutarto, Pengelola Kendaraan Dinas UNS, pada Selasa (26/9/2023).

Setiap electric bus dikendarai oleh seorang supir. Saat Akara datang untuk menaiki electric bus, didapati sikap sang supir yang kurang ramah. Sedikit berbicara, menjawab pertanyaan dengan mimik wajah yang datar diiringi kalimat yang seadanya, membuat Akara segan untuk naik.

Terdapat pula beberapa momen ketika tim Akara mencoba memberhentikan electric bus, tapi tak kunjung berhenti. Padahal, electric bus memiliki tujuan memudahkan seluruh civitas kampus utamanya mahasiswa untuk mobilisasi ketika bebas emisi berlangsung.

Beroperasinya bus kampus

Ketidaktahuan sebagian mahasiswa atas beroperasinya bus kampus, merupakan bukti bus kampus belum cukup berdampak tetapi juga cukup membantu bagi sebagian mahasiswa. Problematika yang membuat bus kampus tidak terlihat adalah jumlah unit yang kurang memadai dengan total penumpang setiap bus yang bisa ditampung kurang lebih 20 orang.

Jika ditilik dari segi emisi, bus kampus ini merupakan kendaraan BBM. Menurut Akara, bus kampus secara tidak langsung juga turut menyumbangkan emisi di dalam kampus walaupun hanya 2 unit.

Bus kampus biasanya beroperasi setiap harinya untuk mengantarkan mahasiswa di pagi hari dan menjemput mahasiswa di sore hari dari dan ke asrama kampus. Sedangkan untuk bebas emisi, bus kampus akan berkeliling setiap saat di dalam kampus untuk mengantarkan mahasiswa ke fakultas masingmasing.

Rute dari bus kampus sepanjang lingkungan UNS, dengan berhenti di setiap halte untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.

Namun, setelah melihat realitas seperti sikap sopir yang kurang ramah, beberapa rute yang belum semua dilewati, dan pandangan mahasiswa, menandakan belum terciptanya optimalisasi keberjalanan transportasi umum yang disediakan oleh kampus.

Bisnis antar jemput

Peluang diciptakan oleh beberapa orang untuk meraih keuntungan dari adanya hari bebas emisi. Informasi mengenai bisnis ini tersebar melalui twitter UNS Menfess.

Namun, jika dilihat dari data yang disajikan, dari 100% populasi mahasiswa, sebanyak 97,6% belum pernah menggunakan jasa antar jemput.

Melihat dari fakta di atas, masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui adanya keberadaan fasilitas transportasi di kampus. Kemasifan dari informasi tersebut harus lebih dihimbau kembali.

Akara telah melakukan wawancara kepada pelaku bisnis antar jemput saat hari bebas emisi. Bisnis antar jemput ini telah dilakukan sejak Oktober 2022. Dengan tarik Rp 5.000 dengan penumpang sebanyak 8 - 10 orang. Promosi yang dilakukan oleh pelaku bisnis antar jemput melalui media sosial, “Lewat grup Whatsapp organisasi, kelas, share ke temanteman mahasiswa, UNS Menfess.” (Indah Puspita, Chasna Amaliya)

Jelajah Western Food di Solo


Akara -
Menjelajah Kota Solo yang setiap sudutnya penuh dengan keindahan, belum lengkap jika belum menjelajah kulinernya juga. Di luar dari kuliner lokal yang penuh dengan rempah dan terkenal manis, ada juga kuliner Western Food di Solo lho. Tidak hanya satu ataupun dua, Akara Tim telah menemukan enam rekomendasi resto western food di Solo. Keunikan yang dijual dari resto-resto berikut ada pada harganya yang murah dan porsinya yang mengenyangkan. Gimana? Penasaran? Ayo simak penjelasan di bawah!


Rekomendasi Western Food di Solo 


  1. Oh La Vita



Tampak Luar Outlet Resto Oh La Vita (Sumber:  menudisolo.id)

Rekomendasi yang pertama adalah tempat legend Oh La Vita, lokasinya berada pada Jl. Tirtosari No. 11, Sriwedari, Solo. Outlet buka dari pukul 14.30 - 22.00 WIB. Menu-menu yang disajikan memiliki cita rasa yang cukup masuk untuk lidah lokal dengan makanan khas luar negeri. Harga dari setiap menu yang ditawarkan juga cukup ramah di kantong. 

  1. Solo’s Bistro


Akara - Tampak depan resto Solo's Bistro.
(Sumber: Tangkapan layar Instagram @solobistro)

Rekomendasi restoran western food yang kedua adalah Solo’s Bistro, berlokasi di Slamet Riyadi St No. 138, Kemlayan, Serengan, Surakarta. Outlet buka dari 11.00 - 22.00 WIB. Salah satu resto western dengan menu yang banyak. Menu yang disajikan sangat beragam, mulai dari dessert, main course, hingga pasta. Porsi yang disajikan besar dan mengenyangkan. Terdapat juga paket-paket diskon yang disajikan, seperti paket pintar khusus untuk pelajar. Tempatnya cozy, cocok untuk pergi bersama teman ataupun keluarga. Sosial media yang dapat diakses, Instagram: @solosbistro, Tiktok: @solosbistro. 


  1. We Got Steak


Daftar menu We Got Steak
(Sumber: Tangkapan layar Instagram @wegotsteak)

Selanjutnya, We Goat Steak. Memiliki dua lokasi berbeda, resto dan tenda. Resto berlokasi di Jl. Samratulangi No. 22 Kerten Solo. Sedangkan, tenda berlokasi di Jl. Ir Junda Pucangsawit, depan TB Estella. Buka dari mulai pukul 10.00 - 22.00 WIB. Harga mulai Rp20.000,- an. Menu yang disajikan juga tidak kalah lengkap. Tempatnya ber-ac dan juga nyaman. Adapun sosial media yang dapat dikulik Instagram: @wegotsteak, Tiktok: @wegotsteak. 


  1. Sober Bistro


Menu Deluxe Chiken Steak
(Sumber: Tangkapan layar Instagram @sober_bistro)

Selanjutnya, agak jauh dari tengah kota, yang dekat dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Berlokasi di Jl. Mendungan No. 19, UMS Solo. Jam buka mulai pukul 14.00 - 22.00 WIB. Harga sangat terjangkau dan kantong mahasiswa, mulai dari Rp15.000,-an. Tempatnya juga cukup nyaman untuk makan langsung di tempat. Kamu bisa mampir ke sosial medianya, Instagram: @sober_bistro, Tiktok: @sober_bistro. 


  1. The French Press Pasar Gede 


Logo The French Press, Surakarta
(Sumber: Tangkapan layar TikTok @wilumakan)


Yang satu ini gak kalah menarik dan viral. Lokasinya ada di Jl. RE. Martadinata No. 10, Solo (Pasar Gede). Buka dari jam 10.00 - 21.00 WIB. Menu yang disajikan dibandrol dengan harga mulai Rp10.000,-an saja dan Rp5000,-an untuk minumannya. Selain itu, keunikan yang dijual dari resto yang satu ini adalah menu yang ditawarkan berbeda setiap harinya. Jika kamu tertarik untuk mencoba, siap-siap dengan antriannya yaa karena ramai yang membeli. 


  1. Sido Londo 


Tampak depan outlet Sido Londo, Surakarta
(Sumber: Tangkapan layar TikTok @yourofficially)

Last but not least, Sido Londo yang berlokasi di Jl. Mongonsidi, Gilingan, Kec. Banjarsari, kota Surakarta (halaman kampus UKTS). Buka dari pukul 18.00 - 23.00 WIB. Tidak kalah murah, harga yang ditawarkan mulai dari Rp17.000,-an saja. Porsi yang disajikan juga besar jadi mengenyangkan. Rasanya tidak usah diragukan lagi, kamu bisa cobain sendiri. Adapun sosial media yang bisa kamu kunjungi, Instagram: @sido_londo, Tiktok: @sido.londo. 

Itu dia enam rekomendasi resto western food yang dapat kamu datangi secara langsung. Setiap tempat memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Kamu dapat mengunjungi terlebih dahulu akun sosial medianya yang telah Akara tim cantumkan untuk melihat-lihat secara lebih langsung. Semoga bermanfaat. (Indah Puspita Sari)

Berburu Lenjongan di Pasar Gede

Lenjongan Pasar Gede Solo (Sumber: Kompas Travel)

Akara, Surakarta - Solo adalah kota yang terkenal dengan kekayaan kuliner tradisional, menawarkan berbagai jajanan pasar lezat. Salah satu destinasi favorit masyarakat lokal adalah Pasar Gede Hardjonagoro, di mana Anda bisa menemukan lenjongan, jajanan khas berbahan dasar singkong.

Apa itu lenjongan? Jajanan pasar yang terdiri dari gendar, klepon, sawut, jongkong, gatot, getuk, tiwul, cenil, ketan hitam, ketan putih, dan grontol (jagung) ini disajikan dengan parutan kelapa dan taburan gula pasir atau gula merah cair. Dengan harga yang ramah mahasiswa, Pembeli dapat memilih isian sesuai selera. Tak heran jajanan ini menjadi favorit baik bagi wisatawan maupun warga lokal.

Jajan ini juga ramah lingkungan karena dibungkus dengan daun pisang. Cita rasa yang otentik didapat dari rasa manis dan tekstur kenyal dengan sedikit gurih dari kelapa parut membuat lenjongan sangat digemari.

Lenjongan di Pasar Gede terkenal dan selalu ramai pembeli sejak pukul 07.00 pagi. Dalam sehari, hingga 150-200 bungkus bisa terjual habis. Meski harus mengantri, pelayanan cepat dari penjual membuat pengalaman berbelanja tetap menyenangkan.

Jadi, tertarik untuk mencicipi lenjongan khas Solo di Pasar Gede, kan? Yuk, berkunjung ke Pasar Gede Solo untuk berburu lenjongan di pagi hari dan bagikan momen seru ini di media sosialmu. (Intan Maharani Yan Sugianto)

Tak Hilang Akan Jaman, Djampi Jawi Hadir Untuk Menikmati Jamu Dengan Sentuhan Masa Kini


Tampak depan Djampi Jawi Solo (Sumber: Tangkapan layar/Instagram)


Akara, Surakarta - Jamu adalah minuman tradisional peninggalan nenek moyang yang telah dipercaya sebagai minuman obat alami untuk menjaga kesehatan serta menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk menjaganya tetap bertahan dan eksis di tengah kalangan populernya minuman masa kini, Djampi Jawi hadi menjadi pioneer cafe jamu di Kota Solo. 


Pengusaha dan motivator kenamaan yaitu Gus Minging bersama sang istri Santi Stanislausia, sebagai pemilik mereka bermaksud untuk membawa warisan pengobatan ramuan jamu dari masa lalu ke masa kini dengan dikemas secara lebih modern. Dengan mengusung keunikan budaya Jawa yang kental, Djampi jawi tidak hanya menyajikan minuman jamu khas Jawa, tetapi juga cita rasa makanan tradisional dilengkapi dengan tempat yang modern dan kekinian di kota Solo. 


Suasana nyaman terasa di dalam Cafe Djampi Solo (Sumber: Google)


Tempat Instagramable yang diusung Djampi Jawi dapat dijadikan salam satu pilihan yang tepat untuk nongkrong cantik bersantai sambil menikmati kudapan dan minuman tradisional menyehatkan yang telah dikemas estetik. Dengan penyajian jamu yang berbeda, dilengkapi dengan bahan dan peralatan modern, diseduh layaknya sajian cafe kopi, menjadikan tamu yang berkunjung merasakan pengalaman “minum jamu naik level” tumbuh dalam benak pengunjung. 


Salah satu menu yang paling diminati sekaligus menjadi andalan Djampi Jawi yakni Nasi Liwet Bangun Tresna. Nasi liwet sendiri dikenal sebagai makanan andalan untuk sarapan khas Kota Solo yang biasa dinikmati pada pagi hari. Namun, cukup dengan berkunjung ke Djampi Jawi, Anda tetap bisa menikmati nasi liwet sewaktu-waktu sesuai keinginan. 


Tidak hanya itu, berdasarkan testimoni beberapa pengunjung, beberapa mengungkapkan bahwa mereka diajak berkeliling lokasi Djampi Jawi untuk diberikan penjelasan tentang sejarah jamu, pengenalan alat dan bahan, mengenal berbagai tanaman obat dan manfaatnya. Mereka juga akan diajarkan cara membuat jamu sekaligus membuatnya sendiri, dengan harapan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru tentang jamu dan pada akhirnya menjadi pewaris budaya jamu Nusantara. (Chasna Amaliya)


Misteri Pesona Tersembunyi Kota Solo, Berikut Rekomendasi Cara Untuk Menikmati Keindahan Kota Solo


Keindahan Kota Solo di malam hari (Sumber: Google)


Akara, Surakarta - Kota Solo, atau Surakarta, merupakan salah satu permata tersembunyi di Indonesia yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Meskipun terkadang dikenal sebagai kota kembar Yogyakarta, Solo pun memiliki pesona unik yang tak kalah memikat. Dengan kekayaan warisan budaya Jawa, Solo menawarkan pengalaman yang autentik dan mendalam bagi para pelancong yang ingin merasakan kehidupan lokal yang sebenarnya.


Bagi banyak orang, Solo mungkin hanya dikenal sebagai kota perdagangan batik atau tempat asal beberapa tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Namun, di balik itu semua, Solo menyimpan berbagai keajaiban yang menunggu untuk dijelajahi. Mulai dari keraton yang megah, pasar tradisional yang penuh warna, kuliner khas yang menggugah selera, hingga hadirnya beberapa event budaya yang selalu ada di setiap bulannya. Solo adalah destinasi yang sempurna untuk mereka yang mencari pengalaman wisata yang berbeda dari daerah lain.


Beberapa rekomendasi akan diberikan khusus untuk kalian yang akan berjalan-jalan sepanjang Bulan Juni 2024. Ada banyak kegiatan yang bisa kalian nikmati, lho! Yuk, bersiap untuk menjelajahi pesona tersembunyi Kota Solo, berikut pilihan event yang bisa kalian kunjungi:


  1. Sendratari Candra Purnama Ramayana “Anoman Obong”. 

Pertunjukan seni wayang orang (Sumber: Tangkapan layar/Instagram)

Sendratari Candra Purnama Ramayana merupakan salah satu warisan budaya yang sangat dihargai di Solo. Pertunjukan ini biasanya diadakan di panggung terbuka dengan latar belakang alam yang menambah kesan magis dan mistis dari cerita yang disampaikan. Penonton bisa menikmati tarian yang lincah, musik gamelan yang menghanyutkan, dan kostum yang megah, semuanya berpadu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Pertunjukan ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2024, bertempatan di Taman Sriwedari.


  1. Festival Tas Nusantara

Poster Festival Tas Nusantara 2024 (Sumber: Tangkapan layar/Instagram)


Tas lebih dari sekadar aksesori fesyen. Mereka adalah sahabat setia manusia, mencerminkan budaya dan kebutuhan setiap zaman. Perjalanan sejarah tas mengungkap banyak hal tentang masyarakat dan mode dari masa ke masa. Di Festival Tas Nusantara (FESTARA), Anda akan diajak untuk menjelajahi pesona dan keunikan berbagai tas tradisional etnik.

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya tas, tetapi juga menginspirasi pengunjung melalui kreativitas dan inovasi. Acara Festival Tas Nusantara ini bakalan dilaksanakan pada tanggal 23 - 24 Juni 2024, di Balai Kota Solo. 


  1. Solo Art Market

Solo Art Market terlihat dipadati oleh pengunjung dari berbagai daerah. (Sumber: Google)


Kota Solo, selain terkenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya, juga merupakan rumah bagi beragam seniman berbakat yang menciptakan karya-karya seni yang memukau. Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta seni adalah Solo Art Market, sebuah pasar seni yang menawarkan berbagai macam karya seni unik dan autentik. Solo Art Market sendiri diadakan setiap minggu pertama dan ketiga, mulai pukul 09.00 WIB - 17.00 di selasar Ngarsopuro. 


Gimana nih, Solo seru banget kan? Yang pastinya kalian udah tidak sabar untuk menjelajahi Kota Solo dan merasakan euforianya. Soal keseruan tentunya tidak perlu diragukan lagi, apalagi ditambah dengan barisan rekomendasi yang udah tim AKARA bagi nih ke teman-teman pembaca. Ayuk segera berkunjung ke Kota Solo dan rasakan sendiri pengalamannya, semoga teman-teman punya cerita unik sendiri di Kota Solo ya! (Chasna Amaliya)


Larangan Memakai Sandal dan Celana: Berkunjung ke Keraton Solo



Bagian dalam Museum Keraton Surakarta. (Sumber: Dokumentasi pribadi Indah Puspita Sari)


Akara - Surakarta atau yang kerap disebut Solo, kental dengan budayanya yang masih terjaga hingga saat ini. Keindahan di tiap sudut kotanya membuat setiap mata ingin menyaksikannya. Dibalik budaya dan keindahannya, ada sejarah panjang yang terekam jelas tentang Kota Surakarta di sebuah bangunan di tengah kota. Bangunan tersebut adalah Keraton Solo. Di dalamnya masih ada Keraton tempat rajanya tinggal dan juga museum yang dapat dilihat dan dimasuki oleh pengunjung. 


Hanya dengan membayar Rp25.000 bagi kamu yang pelajar atau Rp35.000 untuk warga domsetik (harga sudah termasuk pemandu). Kamu dapat melihat ukiran sejarah yang terdapat di dalam lukisan-lukisan dan benda-benda peninggalan sejarah. Sebagai permulaan, pengunjung akan diarahkan oleh pemandu, sambil memasuki koridor museum, pemandu akan menjelaskan silsilah keluarga kerajaan dari awal hingga masa sekarang.


Setelah itu, pengunjung akan diajak masuk ke museum sambil tetap dipandu untuk mengetahui informasi tentang kota Surakarta. 


Ketika kamu memasuki area Keraton, ada peraturan khusus yang harus diikuti oleh pengunjung. Bagi pengunjung yang memakai sandal diwajibkan untuk nyeker (tidak memakai alas kaki). Selain itu, bagi pengunjung yang memakai celana, diberikan kain yang panjangnya selutut untuk dikenakan. Kedua peraturan itu dibuat untuk menghormati raja dan ratu yang tinggal di dalam keraton dan mengangkat nilai kesopanan.


Selama di pelataran keraton, kamu akan melihat banyak sesajen yang tersebar. Sesajen itu merupakan salah satu bentuk nilai budaya yang masih dilestarikan. 


Selama di pelataran, sambil berjalan perlahan, pemandu menjelaskan terkait asal-usul Kota Surakarta, kenapa dipanggil Solo, silsilah kerajaan yang ada, bagaimana kehidupan raja dan ratu di Keraton pada zaman dulu hingga masa kini. Setelah pemandu menjelaskan tentang informasi-informasi yang ada, pengunjung diberikan waktu jika ingin berfoto-foto. Selama memasuki museum hingga keluar, pengunjung diperbolehkan mengambil foto ataupun video. 


Selanjutnya, pengunjung dipersilahkan untuk memasuki museum. Bagi pengunjung yang tadi memakai sandal sudah diperbolehkan memakai sandalnya. Pengunjung yang dipinjamkan kain, dipersilahkan untuk mengembalikannya. Pada tour museum, pengunjung akan menjumpai barang-barang peninggalan kerajaan yang sebagian masih bisa digunakan, namun disimpan. 


Selain barang peninggalan bersejarah, terdapat juga kumpulan poto-poto kesultanan atau raja yang memimpin Kota Surakarta dari awal hingga saat ini. 


Setelah puas berkeliling, pengunjung diberi jeda istirahat selama kurang lebih 10 menit untuk bebas menyaksikan sekitar. Bila haus dan butuh jajan juga ada yang berjualan di dalamnya. 


Ada hal unik yang terdapat di dalam taman museum, yakni air suci. Air yang bersumber dari mata air dan diyakini mampu memberikan kesehatan bagi yang meminumnya. Air tersebut juga dijual dengan menggunakan botol. Tour dilanjut setelah beristirahat sejenak. Hingga akhirnya sampailah pada sudut terakhir pada bagian museum. 


Bagi kalian pecinta jalan-jalan dan sejarah, Museum Keraton Surakarta sangat recomended untuk dikunjungi. (Indah Puspita Sari)

Loji Gandrung sebagai Co-Working Space di Solo



 Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta. (Sumber: DISBUDPAR SURAKARTA)


Akara - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, telah membuka rumah dinasnya, Loji Gandrung, untuk masyarakat umum guna mengakses internet gratis sejak awal bulan puasa kemarin.


Internet yang disediakan ini diklaim mampu mendukung hingga 150 pengguna secara bersamaan.


Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Solo, Heny Ermawati, menjelaskan bahwa layanan Wi-Fi gratis di Loji Gandrung selama bulan puasa ini dapat digunakan oleh 150 orang sekaligus.


Masyarakat bisa menikmati internet dengan kecepatan 100 Mbps mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.


"Kami telah menyiapkan empat titik akses di Loji Gandrung dengan kecepatan 100 Mbps dan dapat menampung hingga 150 pengguna. Setiap hari kami akan memantau, ada petugas yang mengawasi," kata Heny pada Minggu (17/3/2024).


Heny menambahkan bahwa internet gratis ini sebenarnya sudah cukup lama dapat diakses oleh masyarakat, meskipun sebelumnya hanya terbatas pada ruang depan Loji Gandrung dengan kecepatan yang lebih rendah.


Namun sekarang, akses internet ini bisa dinikmati oleh masyarakat, terutama oleh pelajar dan mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas.


Pemerintah Kota Solo telah menyiapkan empat titik akses di Loji Gandrung, yakni dua di depan, satu di ruang tengah, dan satu lagi di Joglo belakang.


Masyarakat tidak perlu melakukan pendaftaran (log-in) saat menggunakan internet gratis ini.


"Layanan ini memang kami sediakan untuk masyarakat, mahasiswa, atau anak-anak yang ingin mengakses internet. Tidak perlu log-in atau password," tambah Heny.


Sebagai informasi, layanan internet gratis di Loji Gandrung ini mulai dibuka untuk umum pada Kamis (14/3) lalu. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, berharap rumah dinas tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Solo.


"Saya tidak pernah menggunakan fasilitas rumah dinas, jadi biarkan fasilitas rumah dinas ini digunakan oleh warga untuk mengerjakan tugas dan skripsi. Terbuka untuk umum, semua orang boleh memanfaatkannya," kata Gibran belum lama ini. (Intan Maharani Yan Sugianto)


 
Copyright © 2014 AKARA. Tentangkami