Thursday, June 20, 2024
Jelajah Western Food di Solo
Akara - Menjelajah Kota Solo yang setiap sudutnya penuh dengan keindahan, belum lengkap jika belum menjelajah kulinernya juga. Di luar dari kuliner lokal yang penuh dengan rempah dan terkenal manis, ada juga kuliner Western Food di Solo lho. Tidak hanya satu ataupun dua, Akara Tim telah menemukan enam rekomendasi resto western food di Solo. Keunikan yang dijual dari resto-resto berikut ada pada harganya yang murah dan porsinya yang mengenyangkan. Gimana? Penasaran? Ayo simak penjelasan di bawah!
Rekomendasi Western Food di Solo
Oh La Vita
| Tampak Luar Outlet Resto Oh La Vita (Sumber: menudisolo.id) |
Rekomendasi yang pertama adalah tempat legend Oh La Vita, lokasinya berada pada Jl. Tirtosari No. 11, Sriwedari, Solo. Outlet buka dari pukul 14.30 - 22.00 WIB. Menu-menu yang disajikan memiliki cita rasa yang cukup masuk untuk lidah lokal dengan makanan khas luar negeri. Harga dari setiap menu yang ditawarkan juga cukup ramah di kantong.
Solo’s Bistro
Rekomendasi restoran western food yang kedua adalah Solo’s Bistro, berlokasi di Slamet Riyadi St No. 138, Kemlayan, Serengan, Surakarta. Outlet buka dari 11.00 - 22.00 WIB. Salah satu resto western dengan menu yang banyak. Menu yang disajikan sangat beragam, mulai dari dessert, main course, hingga pasta. Porsi yang disajikan besar dan mengenyangkan. Terdapat juga paket-paket diskon yang disajikan, seperti paket pintar khusus untuk pelajar. Tempatnya cozy, cocok untuk pergi bersama teman ataupun keluarga. Sosial media yang dapat diakses, Instagram: @solosbistro, Tiktok: @solosbistro.
We Got Steak
| Daftar menu We Got Steak (Sumber: Tangkapan layar Instagram @wegotsteak) |
Selanjutnya, We Goat Steak. Memiliki dua lokasi berbeda, resto dan tenda. Resto berlokasi di Jl. Samratulangi No. 22 Kerten Solo. Sedangkan, tenda berlokasi di Jl. Ir Junda Pucangsawit, depan TB Estella. Buka dari mulai pukul 10.00 - 22.00 WIB. Harga mulai Rp20.000,- an. Menu yang disajikan juga tidak kalah lengkap. Tempatnya ber-ac dan juga nyaman. Adapun sosial media yang dapat dikulik Instagram: @wegotsteak, Tiktok: @wegotsteak.
Sober Bistro
Selanjutnya, agak jauh dari tengah kota, yang dekat dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Berlokasi di Jl. Mendungan No. 19, UMS Solo. Jam buka mulai pukul 14.00 - 22.00 WIB. Harga sangat terjangkau dan kantong mahasiswa, mulai dari Rp15.000,-an. Tempatnya juga cukup nyaman untuk makan langsung di tempat. Kamu bisa mampir ke sosial medianya, Instagram: @sober_bistro, Tiktok: @sober_bistro.
The French Press Pasar Gede
| Logo The French Press, Surakarta (Sumber: Tangkapan layar TikTok @wilumakan) |
Yang satu ini gak kalah menarik dan viral. Lokasinya ada di Jl. RE. Martadinata No. 10, Solo (Pasar Gede). Buka dari jam 10.00 - 21.00 WIB. Menu yang disajikan dibandrol dengan harga mulai Rp10.000,-an saja dan Rp5000,-an untuk minumannya. Selain itu, keunikan yang dijual dari resto yang satu ini adalah menu yang ditawarkan berbeda setiap harinya. Jika kamu tertarik untuk mencoba, siap-siap dengan antriannya yaa karena ramai yang membeli.
Sido Londo
| Tampak depan outlet Sido Londo, Surakarta (Sumber: Tangkapan layar TikTok @yourofficially) |
Last but not least, Sido Londo yang berlokasi di Jl. Mongonsidi, Gilingan, Kec. Banjarsari, kota Surakarta (halaman kampus UKTS). Buka dari pukul 18.00 - 23.00 WIB. Tidak kalah murah, harga yang ditawarkan mulai dari Rp17.000,-an saja. Porsi yang disajikan juga besar jadi mengenyangkan. Rasanya tidak usah diragukan lagi, kamu bisa cobain sendiri. Adapun sosial media yang bisa kamu kunjungi, Instagram: @sido_londo, Tiktok: @sido.londo.
Berburu Lenjongan di Pasar Gede
Lenjongan Pasar Gede Solo (Sumber: Kompas Travel) |
Tak Hilang Akan Jaman, Djampi Jawi Hadir Untuk Menikmati Jamu Dengan Sentuhan Masa Kini
| Tampak depan Djampi Jawi Solo (Sumber: Tangkapan layar/Instagram) |
Akara, Surakarta - Jamu adalah minuman tradisional peninggalan nenek moyang yang telah dipercaya sebagai minuman obat alami untuk menjaga kesehatan serta menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk menjaganya tetap bertahan dan eksis di tengah kalangan populernya minuman masa kini, Djampi Jawi hadi menjadi pioneer cafe jamu di Kota Solo.
Pengusaha dan motivator kenamaan yaitu Gus Minging bersama sang istri Santi Stanislausia, sebagai pemilik mereka bermaksud untuk membawa warisan pengobatan ramuan jamu dari masa lalu ke masa kini dengan dikemas secara lebih modern. Dengan mengusung keunikan budaya Jawa yang kental, Djampi jawi tidak hanya menyajikan minuman jamu khas Jawa, tetapi juga cita rasa makanan tradisional dilengkapi dengan tempat yang modern dan kekinian di kota Solo.
Suasana nyaman terasa di dalam Cafe Djampi Solo (Sumber: Google)
Tempat Instagramable yang diusung Djampi Jawi dapat dijadikan salam satu pilihan yang tepat untuk nongkrong cantik bersantai sambil menikmati kudapan dan minuman tradisional menyehatkan yang telah dikemas estetik. Dengan penyajian jamu yang berbeda, dilengkapi dengan bahan dan peralatan modern, diseduh layaknya sajian cafe kopi, menjadikan tamu yang berkunjung merasakan pengalaman “minum jamu naik level” tumbuh dalam benak pengunjung.
Salah satu menu yang paling diminati sekaligus menjadi andalan Djampi Jawi yakni Nasi Liwet Bangun Tresna. Nasi liwet sendiri dikenal sebagai makanan andalan untuk sarapan khas Kota Solo yang biasa dinikmati pada pagi hari. Namun, cukup dengan berkunjung ke Djampi Jawi, Anda tetap bisa menikmati nasi liwet sewaktu-waktu sesuai keinginan.
Tidak hanya itu, berdasarkan testimoni beberapa pengunjung, beberapa mengungkapkan bahwa mereka diajak berkeliling lokasi Djampi Jawi untuk diberikan penjelasan tentang sejarah jamu, pengenalan alat dan bahan, mengenal berbagai tanaman obat dan manfaatnya. Mereka juga akan diajarkan cara membuat jamu sekaligus membuatnya sendiri, dengan harapan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru tentang jamu dan pada akhirnya menjadi pewaris budaya jamu Nusantara. (Chasna Amaliya)
Misteri Pesona Tersembunyi Kota Solo, Berikut Rekomendasi Cara Untuk Menikmati Keindahan Kota Solo
Keindahan Kota Solo di malam hari (Sumber: Google)
Akara, Surakarta - Kota Solo, atau Surakarta, merupakan salah satu permata tersembunyi di Indonesia yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Meskipun terkadang dikenal sebagai kota kembar Yogyakarta, Solo pun memiliki pesona unik yang tak kalah memikat. Dengan kekayaan warisan budaya Jawa, Solo menawarkan pengalaman yang autentik dan mendalam bagi para pelancong yang ingin merasakan kehidupan lokal yang sebenarnya.
Bagi banyak orang, Solo mungkin hanya dikenal sebagai kota perdagangan batik atau tempat asal beberapa tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Namun, di balik itu semua, Solo menyimpan berbagai keajaiban yang menunggu untuk dijelajahi. Mulai dari keraton yang megah, pasar tradisional yang penuh warna, kuliner khas yang menggugah selera, hingga hadirnya beberapa event budaya yang selalu ada di setiap bulannya. Solo adalah destinasi yang sempurna untuk mereka yang mencari pengalaman wisata yang berbeda dari daerah lain.
Beberapa rekomendasi akan diberikan khusus untuk kalian yang akan berjalan-jalan sepanjang Bulan Juni 2024. Ada banyak kegiatan yang bisa kalian nikmati, lho! Yuk, bersiap untuk menjelajahi pesona tersembunyi Kota Solo, berikut pilihan event yang bisa kalian kunjungi:
Sendratari Candra Purnama Ramayana “Anoman Obong”.
Pertunjukan seni wayang orang (Sumber: Tangkapan layar/Instagram)
Sendratari Candra Purnama Ramayana merupakan salah satu warisan budaya yang sangat dihargai di Solo. Pertunjukan ini biasanya diadakan di panggung terbuka dengan latar belakang alam yang menambah kesan magis dan mistis dari cerita yang disampaikan. Penonton bisa menikmati tarian yang lincah, musik gamelan yang menghanyutkan, dan kostum yang megah, semuanya berpadu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Pertunjukan ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2024, bertempatan di Taman Sriwedari.
Festival Tas Nusantara
Poster Festival Tas Nusantara 2024 (Sumber: Tangkapan layar/Instagram)
Tas lebih dari sekadar aksesori fesyen. Mereka adalah sahabat setia manusia, mencerminkan budaya dan kebutuhan setiap zaman. Perjalanan sejarah tas mengungkap banyak hal tentang masyarakat dan mode dari masa ke masa. Di Festival Tas Nusantara (FESTARA), Anda akan diajak untuk menjelajahi pesona dan keunikan berbagai tas tradisional etnik.
Acara ini tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya tas, tetapi juga menginspirasi pengunjung melalui kreativitas dan inovasi. Acara Festival Tas Nusantara ini bakalan dilaksanakan pada tanggal 23 - 24 Juni 2024, di Balai Kota Solo.
Solo Art Market
Solo Art Market terlihat dipadati oleh pengunjung dari berbagai daerah. (Sumber: Google)
Kota Solo, selain terkenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya, juga merupakan rumah bagi beragam seniman berbakat yang menciptakan karya-karya seni yang memukau. Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta seni adalah Solo Art Market, sebuah pasar seni yang menawarkan berbagai macam karya seni unik dan autentik. Solo Art Market sendiri diadakan setiap minggu pertama dan ketiga, mulai pukul 09.00 WIB - 17.00 di selasar Ngarsopuro.
Gimana nih, Solo seru banget kan? Yang pastinya kalian udah tidak sabar untuk menjelajahi Kota Solo dan merasakan euforianya. Soal keseruan tentunya tidak perlu diragukan lagi, apalagi ditambah dengan barisan rekomendasi yang udah tim AKARA bagi nih ke teman-teman pembaca. Ayuk segera berkunjung ke Kota Solo dan rasakan sendiri pengalamannya, semoga teman-teman punya cerita unik sendiri di Kota Solo ya! (Chasna Amaliya)
Larangan Memakai Sandal dan Celana: Berkunjung ke Keraton Solo
| Bagian dalam Museum Keraton Surakarta. (Sumber: Dokumentasi pribadi Indah Puspita Sari) |
Akara - Surakarta atau yang kerap disebut Solo, kental dengan budayanya yang masih terjaga hingga saat ini. Keindahan di tiap sudut kotanya membuat setiap mata ingin menyaksikannya. Dibalik budaya dan keindahannya, ada sejarah panjang yang terekam jelas tentang Kota Surakarta di sebuah bangunan di tengah kota. Bangunan tersebut adalah Keraton Solo. Di dalamnya masih ada Keraton tempat rajanya tinggal dan juga museum yang dapat dilihat dan dimasuki oleh pengunjung.
Hanya dengan membayar Rp25.000 bagi kamu yang pelajar atau Rp35.000 untuk warga domsetik (harga sudah termasuk pemandu). Kamu dapat melihat ukiran sejarah yang terdapat di dalam lukisan-lukisan dan benda-benda peninggalan sejarah. Sebagai permulaan, pengunjung akan diarahkan oleh pemandu, sambil memasuki koridor museum, pemandu akan menjelaskan silsilah keluarga kerajaan dari awal hingga masa sekarang.
Setelah itu, pengunjung akan diajak masuk ke museum sambil tetap dipandu untuk mengetahui informasi tentang kota Surakarta.
Ketika kamu memasuki area Keraton, ada peraturan khusus yang harus diikuti oleh pengunjung. Bagi pengunjung yang memakai sandal diwajibkan untuk nyeker (tidak memakai alas kaki). Selain itu, bagi pengunjung yang memakai celana, diberikan kain yang panjangnya selutut untuk dikenakan. Kedua peraturan itu dibuat untuk menghormati raja dan ratu yang tinggal di dalam keraton dan mengangkat nilai kesopanan.
Selama di pelataran keraton, kamu akan melihat banyak sesajen yang tersebar. Sesajen itu merupakan salah satu bentuk nilai budaya yang masih dilestarikan.
Selama di pelataran, sambil berjalan perlahan, pemandu menjelaskan terkait asal-usul Kota Surakarta, kenapa dipanggil Solo, silsilah kerajaan yang ada, bagaimana kehidupan raja dan ratu di Keraton pada zaman dulu hingga masa kini. Setelah pemandu menjelaskan tentang informasi-informasi yang ada, pengunjung diberikan waktu jika ingin berfoto-foto. Selama memasuki museum hingga keluar, pengunjung diperbolehkan mengambil foto ataupun video.
Selanjutnya, pengunjung dipersilahkan untuk memasuki museum. Bagi pengunjung yang tadi memakai sandal sudah diperbolehkan memakai sandalnya. Pengunjung yang dipinjamkan kain, dipersilahkan untuk mengembalikannya. Pada tour museum, pengunjung akan menjumpai barang-barang peninggalan kerajaan yang sebagian masih bisa digunakan, namun disimpan.
Selain barang peninggalan bersejarah, terdapat juga kumpulan poto-poto kesultanan atau raja yang memimpin Kota Surakarta dari awal hingga saat ini.
Setelah puas berkeliling, pengunjung diberi jeda istirahat selama kurang lebih 10 menit untuk bebas menyaksikan sekitar. Bila haus dan butuh jajan juga ada yang berjualan di dalamnya.
Ada hal unik yang terdapat di dalam taman museum, yakni air suci. Air yang bersumber dari mata air dan diyakini mampu memberikan kesehatan bagi yang meminumnya. Air tersebut juga dijual dengan menggunakan botol. Tour dilanjut setelah beristirahat sejenak. Hingga akhirnya sampailah pada sudut terakhir pada bagian museum.
Bagi kalian pecinta jalan-jalan dan sejarah, Museum Keraton Surakarta sangat recomended untuk dikunjungi. (Indah Puspita Sari)
Loji Gandrung sebagai Co-Working Space di Solo
| Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta. (Sumber: DISBUDPAR SURAKARTA) |
Akara - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, telah membuka rumah dinasnya, Loji Gandrung, untuk masyarakat umum guna mengakses internet gratis sejak awal bulan puasa kemarin.
Internet yang disediakan ini diklaim mampu mendukung hingga 150 pengguna secara bersamaan.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Solo, Heny Ermawati, menjelaskan bahwa layanan Wi-Fi gratis di Loji Gandrung selama bulan puasa ini dapat digunakan oleh 150 orang sekaligus.
Masyarakat bisa menikmati internet dengan kecepatan 100 Mbps mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.
"Kami telah menyiapkan empat titik akses di Loji Gandrung dengan kecepatan 100 Mbps dan dapat menampung hingga 150 pengguna. Setiap hari kami akan memantau, ada petugas yang mengawasi," kata Heny pada Minggu (17/3/2024).
Heny menambahkan bahwa internet gratis ini sebenarnya sudah cukup lama dapat diakses oleh masyarakat, meskipun sebelumnya hanya terbatas pada ruang depan Loji Gandrung dengan kecepatan yang lebih rendah.
Namun sekarang, akses internet ini bisa dinikmati oleh masyarakat, terutama oleh pelajar dan mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas.
Pemerintah Kota Solo telah menyiapkan empat titik akses di Loji Gandrung, yakni dua di depan, satu di ruang tengah, dan satu lagi di Joglo belakang.
Masyarakat tidak perlu melakukan pendaftaran (log-in) saat menggunakan internet gratis ini.
"Layanan ini memang kami sediakan untuk masyarakat, mahasiswa, atau anak-anak yang ingin mengakses internet. Tidak perlu log-in atau password," tambah Heny.
Sebagai informasi, layanan internet gratis di Loji Gandrung ini mulai dibuka untuk umum pada Kamis (14/3) lalu. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, berharap rumah dinas tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Solo.
"Saya tidak pernah menggunakan fasilitas rumah dinas, jadi biarkan fasilitas rumah dinas ini digunakan oleh warga untuk mengerjakan tugas dan skripsi. Terbuka untuk umum, semua orang boleh memanfaatkannya," kata Gibran belum lama ini. (Intan Maharani Yan Sugianto)
