![]() |
Larissa ketika mengikuti event lari “Mangkunegaran Run in Solo”
(Sumber: Dokumentasi Pribadi Larissa) |
Akara - Olahraga lari sedang menjadi tren belakangan ini. Lari di stadion olahraga, trotoar kota, area kampus, bahkan treadmill di gym, bisa jadi spot pilihan untuk melakukan kegiatan olahraga ini. Tapi, apa sih yang melatarbelakangi mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk memulai kebiasaan lari? Apakah cuma FOMO (fear of missing-out) atau benar-benar ingin memulai gaya hidup sehat?
Yasmin Shofia, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS (FISIP UNS) mengaku sudah menjalani kebiasaan lari sejak tahun 2023, tepatnya bulan November akhir. Perempuan asal Surakarta, yang akrab disapa Shofi ini, terdorong untuk mulai jogging karena keinginan untuk bisa refreshing di luar rumah. “Hal utama yang mendorong saya dalam mulai lari adalah keinginan bisa refreshing di luar rumah karena perasaan bosan atau suntuk. Menurut saya, jogging membuat mood saya meningkat, beban pikiran menghilang, dan membuat tubuh saya menjadi lebih bugar,” ujarnya kepada Akara (19/6/24).
Sedangkan Larissa, mahasiswi FISIP UNS asal Nusa Tenggara Timur ini, memulai kebiasaan larinya ketika mendapatkan informasi mengenai event lari yang diadakan oleh UNS. “Sejak pertama ada info kalo ada event fun run 5k di UNS,” ungkap Reza (19/6/24).
Motivasi yang berbeda datang dari Rizaldy, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS (FKIP UNS). Rizaldy yang sudah memulai kebiasaan lari sejak awal COVID-19, termotivasi untuk menurunkan berat badan, serta mengikuti teman yang saat itu ingin mencoba tes sekolah kedinasan. “Kalau lari sebenarnya sudah dari awal-awal pas COVID-19. Dulu bisa seminggu tiga kali lari. Motivasinya selain karena ingin nurunin berat badan, sama ada temen yang persiapan buat masuk kedinasan jadi ngikut aja,” ujar Rinaldy (19/6/24).
Area kampus UNS memang acap kali dijadikan spot lari oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Suasananya yang dipenuhi pepohonan, pun jalannya yang menantang- mendaki, menurun, dan berkelok, menjadikan tempat ini ramai ketika pagi maupun sore hari, mulai dari sekitaran rektorat, danau, bahkan trotoar yang ada di pinggiran jalan fakultas.
Namun, kampus bukanlah spot lari favorit bagi Rizaldy. Ia jarang lari di area kampus dan lebih sering di area Stadion Manahan. Suasana yang berbeda, menjadikan area Stadion Manahan sebagai spot lari favorit bagi Rizaldy. “Aku jarang banget lari di area kampus, biasanya pasti ke manahan karena suka aja vibes nya.”
Ketika ingin membangun sebuah kebiasaan baru memang bukanlah perkara yang mudah. Konsistensi yang harus dijaga, serta kesibukan lainnya seringkali melenakan keinginan untuk mulai membangun kebiasaan baru. Tapi jangan khawatir, berikut tips yang bisa kamu coba untuk mengatasi ketidakkonsistenan ketika membangun kebiasaan lari.
Ubah Mindset ala Rizaldy
“Di awal susah sih, memang mindset-nya dari awal dirubah. Bahwa olahraga itu suatu kebutuhan yang wajib dipenuhi, bukan sekedar hobi atau hanya cara untuk nurunin berat badan”
Buat Jadwal Mingguan ala Shofi
“Dengan membuat jadwal mingguan dan menetapkan target yang tiap minggunya harus ditingkatkan mengenai intensitas jarak dalam berlari”
Manage Waktu ala Reza
“Manage waktu dengan baik. Walaupun sulit, biasanya kalau lagi banyak tugas, gak lari, kalau lagi santai, lari lagi. Kalau ada event lari, itu jadi motivasi buat semangat latihan lari biar kuat”
(Priska Bianita)

Post a Comment