 |
| Suasana syahdu kebun marigold di depan Museum Rumah Atsiri
(Sumber: Dokumentasi pribadi Salsabiila Mahdiyyah) |
Akara - Tawangmangu memang terkenal sebagai destinasi wisata alam dengan udara sejuknya. Namun, ada satu destinasi unik terkhusus bagi para pecinta wewangian. Di kaki Gunung Lawu, tersembunyi sebuah surga kecil yang disebut Rumah Atsiri, dimana pengunjung bisa memanjakan hidung dengan aroma-aroma alami yang menyegarkan.
Berlokasi di Desa Plumbon, Tawangmangu, tempat ini memiliki sejarah yang menarik. Rumah Atsiri awalnya dibangun pada tahun 1963 sebagai bagian dari proyek Pabrik Citronella kerjasama antara Indonesia dan Bulgaria, awalnya difungsikan sebagai pabrik pengolahan minyak atsiri berbahan dasar sereh wangi atau citronella. Kini, tempat ini telah diubah menjadi destinasi wisata edukatif yang menggabungkan sejarah, keindahan alam, dan pengalaman tur mengenali aroma terapi yang menenangkan. Dengan mempertahankan arsitektur khas Eropa, Rumah Atsiri mampu menonjolkan keindahan tersendiri di setiap sudut yang membuat pengunjung betah mengabadikan momennya di sana.
Terdapat beberapa fasilitas yang dimiliki Rumah Atsiri seperti kebun tanaman aromatik, laboratorium penelitian, rumah produksi, pusat pelatihan, museum, restoran, toko dan butik, glamping, hingga fasilitas MICE (meeting, incentives, conferences, and exhibitions). Namun, yang paling menarik dikunjungi tentu saja wisata aromatiknya. Ada dua bagian wisata aromatik yang bisa dikunjungi yaitu museum atsiri dan tur tanaman aromatik di Atsiri Garden. Pengunjung bisa membeli vocher dengan harga 50.000 yang bisa ditukarkan dengan berbagai aktivitas di Rumah Atsiri.
Begitu melangkah masuk, aroma segar dari berbagai jenis tanaman atsiri langsung menyambut pengunjung. Rumah Atsiri memiliki lebih dari 80 jenis tanaman yang bisa diolah menjadi minyak atsiri, termasuk lavender, cendana, arum dalu, mawar, serai, rosmarin, dan masih banyak lagi. Pengunjung dapat mengikuti fasilitas tur yang disediakan. Dengan sorang pemandu yang mendampingi dan menjelaskan kepada pengunjung sepanjang rute di museum maupun di kebun. Pengunjung bisa belajar tentang sejarah minyak atsiri, manfaat kesehatan, dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Di beberapa sudut, terdapat produk yang disediakan untuk dicium langsung aromanya oleh pengunjung.
Selain tur aromatik tersebut, ada juga workshop interaktif di mana pengunjung bisa membuat produk seperti sabun, lilin, dan parfum menggunakan minyak atsiri yang dihasilkan di tempat ini. Jika sudah puas berkeliling, pengunjung bisa menikmati berbagai kuliner di restoran Rumah Atsiri. Menu yang ditawarkan tidak hanya lezat tapi juga unik karena menggunakan bahan-bahan alami dari kebun atsiri. Pengunjung bisa menikmati secangkir minuman dengan herbs dan bunga asli Rumah Atsiri sambil melihat pemandangan kebun marigold yang indah di sebelah restoran. Untuk pengunjung yang ingin menikmati suasana Rumah Atsiri lebih lama, juga tersedia fasilitas glamping yang nyaman.
Tak lengkap jika berwisata tanpa membeli oleh-oleh. Setelah puas menikmati seluruh fasilitas aromatik di Rumah Atsiri, tentu saja pengunjung wajib menjajal aneka cinderamata yang ada di tokonya. Terdapat beragam jenis oleh-oleh yang bisa dibungkus oleh pengunjung. Mulai dari parfum, aneka wewangian ruangan, hinggan personal care. Bahkan pengunjung bisa meracik sendiri essential oil sesuai khasiat dan wangi yang diinginkan. Dibalut kemasan yang cantik, oleh-oleh dari Rumah Atsiri juga bisa dijadikan hampers yang unik dan menarik. (Salsabiila Mahdiyyah)
Post a Comment