BREAKING NEWS

Saatnya Mahasiswa Bersuara

Thursday, June 20, 2024

Tak Hilang Akan Jaman, Djampi Jawi Hadir Untuk Menikmati Jamu Dengan Sentuhan Masa Kini


Tampak depan Djampi Jawi Solo (Sumber: Tangkapan layar/Instagram)


Akara, Surakarta - Jamu adalah minuman tradisional peninggalan nenek moyang yang telah dipercaya sebagai minuman obat alami untuk menjaga kesehatan serta menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk menjaganya tetap bertahan dan eksis di tengah kalangan populernya minuman masa kini, Djampi Jawi hadi menjadi pioneer cafe jamu di Kota Solo. 


Pengusaha dan motivator kenamaan yaitu Gus Minging bersama sang istri Santi Stanislausia, sebagai pemilik mereka bermaksud untuk membawa warisan pengobatan ramuan jamu dari masa lalu ke masa kini dengan dikemas secara lebih modern. Dengan mengusung keunikan budaya Jawa yang kental, Djampi jawi tidak hanya menyajikan minuman jamu khas Jawa, tetapi juga cita rasa makanan tradisional dilengkapi dengan tempat yang modern dan kekinian di kota Solo. 


Suasana nyaman terasa di dalam Cafe Djampi Solo (Sumber: Google)


Tempat Instagramable yang diusung Djampi Jawi dapat dijadikan salam satu pilihan yang tepat untuk nongkrong cantik bersantai sambil menikmati kudapan dan minuman tradisional menyehatkan yang telah dikemas estetik. Dengan penyajian jamu yang berbeda, dilengkapi dengan bahan dan peralatan modern, diseduh layaknya sajian cafe kopi, menjadikan tamu yang berkunjung merasakan pengalaman “minum jamu naik level” tumbuh dalam benak pengunjung. 


Salah satu menu yang paling diminati sekaligus menjadi andalan Djampi Jawi yakni Nasi Liwet Bangun Tresna. Nasi liwet sendiri dikenal sebagai makanan andalan untuk sarapan khas Kota Solo yang biasa dinikmati pada pagi hari. Namun, cukup dengan berkunjung ke Djampi Jawi, Anda tetap bisa menikmati nasi liwet sewaktu-waktu sesuai keinginan. 


Tidak hanya itu, berdasarkan testimoni beberapa pengunjung, beberapa mengungkapkan bahwa mereka diajak berkeliling lokasi Djampi Jawi untuk diberikan penjelasan tentang sejarah jamu, pengenalan alat dan bahan, mengenal berbagai tanaman obat dan manfaatnya. Mereka juga akan diajarkan cara membuat jamu sekaligus membuatnya sendiri, dengan harapan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru tentang jamu dan pada akhirnya menjadi pewaris budaya jamu Nusantara. (Chasna Amaliya)


Share this:

Post a Comment

 
Copyright © 2014 AKARA. Tentangkami