![]() |
| Potret sudut mengenang masa kanak-kanak dalam pameran Artweek 2024, FSRD UNS, Surakarta. Foto diambil Rabu, 29/5/2024 (Akara/Hanindita Az Zahra). |
Surakarta (29/05/2024) - Minggu seni untuk yang kesekian kalinya sukses diselenggarakan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS. FSRD Artweek merupakan pekan seni yang diadakan untuk merayakan pisah dan lahirnya fakultas baru di UNS bernama FSRD. Acara ini rutin diadakan dua tahun sekali, dan saat ini diselenggarakan pada 2024. Digelar selama tiga hari berturut-turut 29, 30, dan 31 Mei 2024 di Gedung FSRD UNS.
Setiap dua tahun sekali, Artweek menghadirkan tema yang berbeda-beda. FSRD Artweek 2024 kali ini membawakan tema ‘in-site’. Tahun ini lebih memperlihatkan tentang siklus kehidupan mulai dari masa anak-anak, dewasa, dan tua. Hal unik ditemukan ketika berkunjung pada setiap ruang kamar yang ditampilkan.
“Wah, kalo dari tema sendiri, in-site. Jadi, kalo misalnya dijelasin sendiri kan ‘in’ terus ‘site’. Site itu kan kayak website, your environment in there kayak tempat atau lingkungan. Jadi kayak in your site, bagaimana caranya sebuah individu bisa memasuki site site orang lain. Jadi kita bisa lebih memahami perspektif atau point of view lingkungan dari bagaimana dia dibesarkan atau dan lain-lain sampai nanti akhirnya di masa tua,” Alfiah Yasmin (20), Chief Executive Artweek 2024.
Persiapan pameran seni Artweek 2024 juga sempat kewalahan. Alfi mengatakan bahwa persiapan Artweek membutuhkan rasa leadership dari setiap staff. “Setiap staff harus mampu membangun sosok seorang leader bagi dirinya sendiri,” jelasnya. Art Week 2024 juga memperluas jangkauan partisipan dengan mengundang berbagai institusi seni lainnya seperti ISI Jogja, ISI Solo, serta beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK). "Kami ingin merangkul lebih banyak penikmat seni dari berbagai kalangan, bukan hanya dari internal UNS," ujar Alfi.
Dalam hal promosi dan publikasi, panitia Art Week bekerja sama dengan berbagai media lokal di Solo dan memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan LinkedIn untuk menjangkau audiens yang lebih luas. "Kami ingin memastikan bahwa Art Week dikenal tidak hanya oleh civitas akademika UNS tetapi juga masyarakat luas," kata Alfi.
Karya-karya yang disajikan di setiap sudut dan dinding merupakan hasil dari karya terbaik yang sudah melalui proses kurator. Open submission dilakukan dengan durasi kurang lebih dua bulan. Dilanjut dengan kuratorial kurang lebih selama satu bulan. Karya tidak hanya berasal dari mahasiswa UNS, melainkan juga terbuka untuk umum dan undangan.
Salah satu pengunjung, Nafi (18), turut membagikan pengalamannya mengenai Artweek 2024. “Saya tidak terlalu tertarik awalnya, tapi penasaran ingin melihat karya seninya. Biasanya karya seni bagus-bagus dan menarik untuk dilihat,” ujarnya. Nafi mendapatkan informasi mengenai Artweek melalui Instagram.
Nafi mengungkapkan bahwa meskipun baru mengunjungi bagian pertama pameran yang bertema masa kecil, ia menemukan pengalaman tersebut sangat menarik. “Menarik, cuma karena agak ramai jadi kurang nyaman saja tapi semua yang dipamerkan bagus-bagus semua dan ada makna di setiap gambarnya,” kata Nafi. Ia juga menyoroti tantangan dalam menikmati karya karena keramaian pengunjung yang mengharuskannya mengantri dan menunggu giliran untuk menikmati setiap karyanya.
Selain itu, Beben (21), mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS, menambahkan “Saya tertarik karena Artweek ini merupakan event dari mahasiswa DKV yang notabene anak muda. Saya penasaran seperti apa karya seni buatan mahasiswa atau anak muda,” ujarnya.
Konsep yang unik serta dapat menyentuh perasaan membuat pengunjung merasa terbalut di setiap cerita yang disajikan melalui karya. Rasa penasaran dan ketertarikan itulah yang mendorong pengunjung antusias untuk datang dan menikmati karya seni yang disajikan. (Indah Puspita, Chasna Amaliya)

Post a Comment