| Ilustrasi mahasiswa homesick. (Sumber: columbiaspectator.com) |
Akara - Jadi mahasiswa rantau adalah petualangan baru yang seru tapi kadang juga membuat perasaan kacau. Jauh dari rumah, orang tua, dan keluarga. Semuanya serba dilakukan sendirian. Kehidupan baru seorang diri seringkali menghadirkan berbagai perasaan campur aduk, salah satunya adalah homesick. Rasa rindu pada rumah bisa datang kapan saja. Homesick adalah perasaan yang wajar dialami oleh mahasiswa rantau. Namun, dengan beberapa hal sederhana, perasaan ini bisa diusir supaya pergi. Berikut adalah beberapa tips mengusir homesick untuk mahasiswa rantau biar gak lagi galau.
1. Membuat kos/kontrakan nyaman
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah membuat tempat tinggal jadi senyaman mungkin. Bawa beberapa barang dari rumah yang terasa berharga, seperti foto keluarga, novel favorit, atau barang kesayangan yang bisa membuat suasana kamar terasa lebih hangat dan akrab. Jangan biarkan kamar berantakan dan terlampau kotor karena bisa menambah rasa stres.
2. Menghubungi Keluarga
Hubungi keluarga kapanpun merasa membutuhkan. Bercengkerama tentang aktivitas sehari-hari di perantauan atau sekadar mengirim pesan singkat kadang bisa menghilangkan rasa penat.
3. Hangout dengan Teman Kuliah
Main ke kos teman yang lain juga bisa jadi opsi. Ganti suasana agar tidak merasa suntuk di kamar yang membuat semakin sedih. Selain itu, dengan teman kuliah bisa sama-sama menemukan kegiatan yang menyenangkan. Jika ada teman, biasanya rasa malas berpergian juga akan hilang.
4. Menjelajah Kota Rantau
Tempat baru adalah peta baru yang perlu ditelusuri. Coba untuk menemukan tempat menarik di perantauan. Ada banyak kafe lucu yang bisa dikunjungi untuk mengerjakan tugas. Tempat wisata baru yang ternyata seru. Maupun kuliner-kuliner tersembunyi yang ternyata lezat sekali. Semakin hafal dengan sudut-sudut lingkungan, maka akan terasa semakin nyaman untuk tinggal.
5. Romantisasi Kegiatan Kesukaan
Baca buku, menonton drakor, membeli bunga, menulis jurnal, atau yang lainnya. Ada banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengusir kesedihan. Pilih kegiatan favorit, romantisasilah kegiatan itu. Buat senyaman mungkin dan jadi tokoh utamanya. Membaca buku misalnya, sambil menyalakan musik dan lilin aroma terapi kesukaan. Nikmatilah tanpa perlu memikirkan beban kuliah sejenak. Hanya sesaat tapi bisa saja membuat semangat kembali melesat.
7. Pulang (Opsional)
Jika memungkinkan jarak dan waktunya, pulanglah. Tidak apa-apa untuk pulang kalau sedang longgar di akhir pekan. Kalimat “pulang selagi bisa pulang” itu ada benarnya. Tapi, ini opsional. Tidak apa-apa jika tidak bisa pulang, persiapkan diri untuk menyambut liburan panjang sambil melakukan kegiatan yang bisa mengusir homesick ini. (Salsabiila Mahdiyyah)
Post a Comment