Nala, Awardee IISMA 2023 ke Lancaster University, Inggris. (Sumber: Koleksi Pribadi Nala)
Akara - International Student Mobility Awards (IISMA) adalah skema beasiswa mobilitas internasional bagi mahasiswa sarjana dan vokasi untuk menghabiskan satu semester di universitas dan industri terbaik di seluruh dunia.
Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia mengatakan bahwa pertukaran akademik yang terbuka dan dinamis memainkan peran penting dalam mempersiapkan siswa Indonesia dengan pola pikir, pengetahuan, dan keterampilan yang siap menghadapi masa depan yang mereka butuhkan untuk berhasil. Mobilitas internasional yang diusung oleh IISMA, salah satu program unggulan Kampus Emansipasi, akan mengembangkan apresiasi dan pemahaman lintas budaya mahasiswa, mempersiapkan generasi baru warga global yang siap berkontribusi pada masyarakat dan dunia. Masa depan yang lebih baik dimulai hari ini dengan program Kampus Emansipasi.
Tim Akara mewawancarai salah satu penerima beasiswa IISMA Vokasi ke Lancaster Universiti, Inggris dari Mahasiswa Demografi dan Pencatatan Sipil Universitas Sebelas Maret 2020 untuk membagikan tips lolos IISMA fully funded.
“Berdasarkan pengalaman saya, mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar selama satu semester di luar negeri memerlukan kombinasi persiapan strategis, keunggulan akademik, dan tekad pribadi,” Ujar Nala.
Berikut beberapa tips yang membantu saya mencapai impian saya belajar di luar negeri:
1. Mulai Sejak Awal dan Riset Secara Menyeluruh:
Mulailah riset jauh-jauh hari. Teliti programnya, kriteria kelayakan, dan tenggat waktu. Situs web universitas dan yayasan pendidikan seringkali memberikan informasi rinci. “Persiapan sejak dini adalah kuncinya. Saya perlu cukup waktu untuk memahami persyaratan dan menyesuaikan aplikasi saya.”
2. Pertahankan Catatan Akademik yang Kuat:
Selalu lebih baik untuk memiliki latar belakang akademis yang kuat. Pertahankan nilai dan ikuti kursus yang menantang untuk menunjukkan komitmen Anda dalam belajar.
3. Sorot Keterlibatan Ekstrakurikuler:
Terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, peran kepemimpinan, dan pengabdian masyarakat akan menunjukkan bahwa Anda adalah individu yang berpengetahuan luas. “Keterlibatan saya dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan sukarela membantu saya menonjol sebagai kandidat yang tidak hanya memiliki bakat akademis namun juga aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat.”
4. Buat Esai yang Menarik:
Pernyataan atau esai pribadi Anda adalah kesempatan Anda untuk bersinar. Bagikan kisah, motivasi, dan tujuan Anda. Bersikaplah tulus dan reflektif. “Saya fokus pada bagaimana program pertukaran ini akan berkontribusi pada pertumbuhan pribadi dan akademis saya, dan bagaimana saya dapat membawa kembali apa yang saya pelajari ke Indonesia”
5. Persiapan Wawancara:
Untuk wawancara, buatlah pertanyaan dan jawaban umum untuk berlatih. Bersiaplah untuk mendiskusikan tujuan, pengalaman, dan alasan Anda memilih universitas dan matakuliah tersebut. “Mock up interview dengan teman-teman membantu saya mendapatkan kepercayaan dir.”
6. Menampilkan Kemahiran Bahasa
Ikuti tes bahasa seberti Duolingo English Test, IELTS dan TOEFL dan persiapkan dari jauh harii. “Membuktikan kemampuan bahasa saya menunjukkan kesiapan saya untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik baru.”
7. Bangun Jaringan dan Minta Saran:
Terhubung dengan penerima beasiswa sebelumnya, hadiri sesi informasi, dan mintalah nasihat dari penasihat akademis. “Jaringan dengan alumni memberi saya wawasan dan tips berharga yang tidak akan saya temukan di tempat lain.”
Ingat, setiap penerapan adalah pengalaman belajar. Dengan tetap fokus dan proaktif, semua mahasiswa dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar dan menikmati semester di luar negeri. Sebagai seseorang yang telah melalui proses tersebut, saya dapat meyakinkan Anda bahwa upaya tersebut tidak sia-sia. (Intan Maharani Yan Sugianto).
Post a Comment